Nyi Penengah Dewanti : Merajut Impian Dalam Buku Promise, Love And Life
Kekompakan grup Arisan Blogger Perempuan yang sering kami sebut #GenkIjoek ini sudah gak perlu diragukan lagi. Dari mulai berbagi kisah suka, duka, dan doa senantiasa terajut manis di grup whatsApp.
Sahabat bloger tau gak, kalau di grup kami ini para blogernya sudah pada femes semua lhoo...Jadi saya banyak belajar dan menjadi lebih bersemangat kalau obrolan kami mengarah ke hal yang positif dan serius. #eh tapi obrolan santai juga saya sering nimbrung kok...hehhe...karena sahabat-sahabat bloger memang punya passion yang berbeda-beda, namun justru itulah yang menjadi kekuatan kami.
Salah satu bloger yang akan saya bahas kali ini adalah seorang penulis buku yang telah menelurkan ratusan buku antologi dan buku solo. Salah satu buku yang saya baca adalah
Judul buku : Promise, Love And Life
Penulis : Nyi Penengah Dewanti
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Status : Koleksi pribadi
Genre : Kisah perjuangan hidup
Jumlah halaman : 176 halaman
ISBN : 978-602-02-2035-2
Begitu kira-kira clue yang tertulis di sampul depan buku Nyi. Kira-kira yang bikin penasaran "Nyi ini usianya berapa sehingga berani melangkahkan kaki untuk bekerja ke luar negeri. Sendiri."
Kenyataan bahwa lagi-lagi masalah ekonomi di Indonesia yang belum semua rakyatnya terjamin kesejahteraannya. Meskipun Indonesia kaya dengan segala sumber daya alam, namun untuk mengolahnya, membutuhkan tenaga kerja ahli.
Nyi.
Hanya seorang gadis mungil yang menginginkan hidup berkecukupan. Untuk kaka dan terutama adik kecilnya. Kalau hanya mengandalkan penghasilan dari ayahnya yang bekerja serabutan, tentu tidak cukup. Belum lagi ayahnya pergi dan meninggalkan beban hutang pada keluarga kecil Nyi.
Kaka Nyi yang juga bekerja sebagai kenek angkot dan beberapa pekerjaan lainnya pun dilakoni. Pun seorang Nyi. Ia hidup dengan bekerja keras di warung nasi "Sederhana" milik bude Riwayati.
Usia yang begitu muda tidak menyurutkan Nyi ketika ada pilihan untuk menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke Hong Kong. Ibu mengijinkan meskipun diiringi dengan tangisan dan tentu saja, lantunan doa. Tak lupa pesan Ibu yang selalu disampaikan ketika aku menelepon. Dan sebait puisi yang dituliskan Nyi untuk Ibu.
Untuk mejadi seorang TKW ternyata membutuhkan keterampilan khusus. Tidak bisa langsung berangkat dengan keampuan apa adanya. Maka dari itu sembari menunggu visa turun dari kedutaan, maka Nyi digembleng menjadi seseorang yang pintar dalam urusan kerumah tanggaan. Hingga 7 bulan kemudian, ketika visa sudah ada di tangan (agen penyalur), Nyi dibolehkan berangkat.
Dan masa tunggu tiap TKW berbeda-beda. Sepertinya tergantung keberuntungan.
Awal berada di Hong Kong, Nyi mendapat majikan yang super bawel. Seluruh masakan Nyi dikritik. Belum lagi, anak majikannya yang suka mengadu. Sedikit kesalahan bisa potong gaji.
Dan Nyi hanya mampu pasrah dan terus menguatkan doa. Karena tidak ada tempat untuk mengadu.
Mau lapor ke agen?
Yang ada, mereka hanya ngomong "Sabar, Nyi..."
Sudah selesai masa kontrak dengan majikan pertama selama 2 tahun, Nyi berpindah ke majikan kedua yang lebih baik perangainya. Paling tidak, tidak memukul dan tidak cerewet. Namun pekerjaannya tidak pernah habis. Dari mulai pekerjaan rumah tangga, membersihkan anakan kura-kura dan merawat 15 ekor kura-kura serta mengajak jalan-jalan dua ekor anjing. Belum lagi mengasuh anak majikan yang berusia 4 tahun namun berbobot 40 kg. Semua dikerjakan seharian dan berulang keeseokan harinya lagi.
Nasib baik tidak selamanya berpihak pada Nyi. Karena majikan laki-laki kerap membela Nyi kalau ada yang terjadi dengan anak majikan, hal itu membuat majikan perempuannya merasa cemburu. Akhirnya Nyi dikembalikan ke agen penyalur TKW. Dan dipulangkan ke tanah air.
Dan kepulangan Nyi ke Indonesia tidaklah lama. Beberapa bulan kemudian, Nyi berangkat lagi ke Hong Kong karena diajak temannya untuk kembali.
November 2006.
Nyi mendapatkan majikan ketiga. Majikannya mempunyai anak laki-laki yang usilnya tingkat dewa. Sehingga Nyi pernah mengalami dikejar-kejar anak majikannya itu sambil memegang pisau.
Seiring dengan berjalannya waktu, Nyi mampu menyesuaikan diri. Dan akhirnya, Nyi dengan Felix (nama anak majikan tersebut) bisa menjadi sahabat. Saling bercerita dan berbagi. Namun setelah 5 tahun bekerja, Nyi mengundurkan diri. Berat rasanya meninggalkan rumah tersebut. Karena semua sudah saling mengenal dengan baik.
Belum lagi, karena passion menulisnya bertumbuh saat berada di rumah tersebut. Nyi beberapa kali mampu mengirimkan naskah melalui email dan lolos untuk diterbitkan, Entah itu untuk media massa maupun buku antologi.
Sungguh luar biasa perjuangan Nyi untuk sukses dan besar di dunia kepenulisan. Membaca buku Nyi membuat saya semangat. Bahwa waktu itu bisa sangat produktif kalau saja kita bisa memanfaatkan dengan baik.
Terima kasih, Nyi...
Sudah berbagi kisah dengan kami melalui tulisan-tulisanmu.
Untuk bisa kenalan dan bisa ketemu Nyi, maka berikut sosmed yang aktif.
Sekian review sahabat bloger kali ini.
Semoga bermanfaat.
Salam hangat,
- Arisan grup IV Blogger Perempuan -
Judul buku : Promise, Love And Life
Penulis : Nyi Penengah Dewanti
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Status : Koleksi pribadi
Genre : Kisah perjuangan hidup
Jumlah halaman : 176 halaman
ISBN : 978-602-02-2035-2
"Perjuangan seorang TKW mewujudkan masa depan"
Begitu kira-kira clue yang tertulis di sampul depan buku Nyi. Kira-kira yang bikin penasaran "Nyi ini usianya berapa sehingga berani melangkahkan kaki untuk bekerja ke luar negeri. Sendiri."
Kenyataan bahwa lagi-lagi masalah ekonomi di Indonesia yang belum semua rakyatnya terjamin kesejahteraannya. Meskipun Indonesia kaya dengan segala sumber daya alam, namun untuk mengolahnya, membutuhkan tenaga kerja ahli.
Nyi.
Hanya seorang gadis mungil yang menginginkan hidup berkecukupan. Untuk kaka dan terutama adik kecilnya. Kalau hanya mengandalkan penghasilan dari ayahnya yang bekerja serabutan, tentu tidak cukup. Belum lagi ayahnya pergi dan meninggalkan beban hutang pada keluarga kecil Nyi.
Kaka Nyi yang juga bekerja sebagai kenek angkot dan beberapa pekerjaan lainnya pun dilakoni. Pun seorang Nyi. Ia hidup dengan bekerja keras di warung nasi "Sederhana" milik bude Riwayati.
Usia yang begitu muda tidak menyurutkan Nyi ketika ada pilihan untuk menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke Hong Kong. Ibu mengijinkan meskipun diiringi dengan tangisan dan tentu saja, lantunan doa. Tak lupa pesan Ibu yang selalu disampaikan ketika aku menelepon. Dan sebait puisi yang dituliskan Nyi untuk Ibu.
Ibu...
Engkau adalah wujud dari sempurnanya cinta
Engkau adalah tempat paling indah di dunia
Ibu...
Ketulusanmu, keikhlasanmu
Rapuhmu dengan sukarela
Air susumu yang mengaliri hausku
Kasih sayangmu tak kan pernah bisa terjabarkan
Semua yang ada padaku
Adalah hasil dari doamu
Bukan semata dari usahaku
Ibu...
Aku menyayangimu,
Engkau bidadari di hidupku
Ya Rabb...
Jagalah Ibu untukku, untuk kakakku, dan untuk adikku
Dan masa tunggu tiap TKW berbeda-beda. Sepertinya tergantung keberuntungan.
Awal berada di Hong Kong, Nyi mendapat majikan yang super bawel. Seluruh masakan Nyi dikritik. Belum lagi, anak majikannya yang suka mengadu. Sedikit kesalahan bisa potong gaji.
Dan Nyi hanya mampu pasrah dan terus menguatkan doa. Karena tidak ada tempat untuk mengadu.
Mau lapor ke agen?
Yang ada, mereka hanya ngomong "Sabar, Nyi..."
Sudah selesai masa kontrak dengan majikan pertama selama 2 tahun, Nyi berpindah ke majikan kedua yang lebih baik perangainya. Paling tidak, tidak memukul dan tidak cerewet. Namun pekerjaannya tidak pernah habis. Dari mulai pekerjaan rumah tangga, membersihkan anakan kura-kura dan merawat 15 ekor kura-kura serta mengajak jalan-jalan dua ekor anjing. Belum lagi mengasuh anak majikan yang berusia 4 tahun namun berbobot 40 kg. Semua dikerjakan seharian dan berulang keeseokan harinya lagi.
Nasib baik tidak selamanya berpihak pada Nyi. Karena majikan laki-laki kerap membela Nyi kalau ada yang terjadi dengan anak majikan, hal itu membuat majikan perempuannya merasa cemburu. Akhirnya Nyi dikembalikan ke agen penyalur TKW. Dan dipulangkan ke tanah air.
"Lihatlah Tuhan....
Aku menantang nasib dengan penuh keberanian.
Aku harus berhasil membebaskan diri dari ladang kemiskinan.
Membuat mereka, orang-orang dekatku, merasakan bahagia. Tidak kekurangan.
Seandainya uang tidak lagi berarti, Tuhan..."
(kutipan dari halaman 120)
Dan kepulangan Nyi ke Indonesia tidaklah lama. Beberapa bulan kemudian, Nyi berangkat lagi ke Hong Kong karena diajak temannya untuk kembali.
November 2006.
Nyi mendapatkan majikan ketiga. Majikannya mempunyai anak laki-laki yang usilnya tingkat dewa. Sehingga Nyi pernah mengalami dikejar-kejar anak majikannya itu sambil memegang pisau.
Seiring dengan berjalannya waktu, Nyi mampu menyesuaikan diri. Dan akhirnya, Nyi dengan Felix (nama anak majikan tersebut) bisa menjadi sahabat. Saling bercerita dan berbagi. Namun setelah 5 tahun bekerja, Nyi mengundurkan diri. Berat rasanya meninggalkan rumah tersebut. Karena semua sudah saling mengenal dengan baik.
Belum lagi, karena passion menulisnya bertumbuh saat berada di rumah tersebut. Nyi beberapa kali mampu mengirimkan naskah melalui email dan lolos untuk diterbitkan, Entah itu untuk media massa maupun buku antologi.
Sungguh luar biasa perjuangan Nyi untuk sukses dan besar di dunia kepenulisan. Membaca buku Nyi membuat saya semangat. Bahwa waktu itu bisa sangat produktif kalau saja kita bisa memanfaatkan dengan baik.
Terima kasih, Nyi...
Sudah berbagi kisah dengan kami melalui tulisan-tulisanmu.
Untuk bisa kenalan dan bisa ketemu Nyi, maka berikut sosmed yang aktif.
Blog :
nyipenengah.com
bloggerkendal.com
IG :
@nyipenengah
FB :
Nyi Penengah Dewanti
Semoga bermanfaat.
Salam hangat,
- Arisan grup IV Blogger Perempuan -
Ceritanya luar biasa ya. Baru baca cuplikannya aja aku udah tersentuh.
ReplyDeleteBaiklah, bakal aku masukin list buku yang wajib dibeli saat kunjungan ke toko buku berikutnya
Iya, mba..
DeleteAku nyari buku-buku Nyi.
Sudah langka kalau yang ini.
Bahkan Nyi pun kehabisan stok.
Jadi pingin jugaa baca bukunya mba Nyi PD ih.
ReplyDeleteAyuukk...
DeleteKarena nulis dari based on true story.
Pasti kebawa perasaan deeh..pas baca.
itu saya masih baca sedikit cuplikannya udah tersentuh banget sama perjuangannya, gimana kalo baca satu bukunya :(
ReplyDeleteWah nyi penengah dewanti saya tahu nih, salah satu friend di FB. Keren sekarang udah menerbitkan banyak buku ya. Kalau tidak salah ada antologi juga.
ReplyDeletesalut buat yang udah banyak ciptain buku gitu...
ReplyDeletekalo aku kok berasa gak sempat mikir he2
Sering mampir ke bloggerkendal tapi ga nyangka cerita di balik Nyi Penengah yang imut-imut seperti ini. Umurnya berapa ya?
ReplyDeleteSering baca review tentang Nyi PD ini :D
ReplyDeleteDan selalu tersentuh sama perjuangannya. Kerennya meskipun seorang TKW yang sama orang lain kadang masih diremehkan, doi malah menunjukkan kemampuannya sampai nerbitin novel.
Kalau saya ketemu orangnya.. pasti udah saya peluk :D
karena salut banget :')
Haduh..kalo baca soal perjuangan atau ibu, hati suka langsung tersentuh :"
ReplyDeletePerjuangan Nyi Penengah memang luar biasa ya...begitu banyak liku-liku kerja di luar negeri. Saluut, deh!
ReplyDeleteWah ini keren dan inspiratif banget. Tulisannya sederhana tapi menyentuh. Penasaran pengen baca juga. Makasih ulasannya bagus mba. :*
ReplyDeletewah ternyata mba nyi penengah keren daninspiratif banget ya...aku baru tau latar belakang dia dari tulisan mba lendy nih...perjuangan lika liku kerja di luar negeri emang patut diacungi jempoool
ReplyDeleteaku pernah baca buku yang isinya persis seperti ini tapi bukan TKW, ceritanya tentang wanita yang ditugaskan ke luar negeri tapi lupa judulnya..aku jadi pengen baca buku yang mbak ulas ini. Thanks for sharing yaaa
ReplyDeletewow sudah buat buku ya mba, itu kata" buat ibu nya keren banget :-) sayang hari ibu sudah terlewat. :'(
ReplyDeleteini novel keren sekali terharu banget apa lagi ini cerita tentang ibu :(
ReplyDeleteSelalu salut sama perempuan inspiratif yg mampu berprestasi di tengah penderitaan.
ReplyDeleteTFS yaa mbak Lendy.
Kak Nyi emang super tangguh ya Mbak. Alih-alih mengeluh atau pasrah dengan keadaan, justru mampu melawan keadaan dan sekarang Kak Nyi udah jauh ninggalin keterpurukan di belakang. Salut!
ReplyDeleteMenarik untuk di baca sepertinya
ReplyDeleteKeren ini buku
Menarik memang membicarakan wanita-wanita tangguh. Kujadi ingin membaca. Semoga keturutan, yak.
ReplyDeleteSalut dg Nyi. Pengalamannya mnjadi TKW dg 3 majikan berbeda di Hongkong sarat hikmah. Setiap dari kita memang harus berjuang utk membebaskan diri dari rantai kemiskinan dan kebodohan.
ReplyDeleteAku udah beberapa kali ketemu Mbak Nyi. Dia bneran mungil kaya aku, hehehe. Dulu sempet kaget karena baru tau dia mantan TKW. Skrg mah sukses di negeri sendiri
ReplyDeleteKerja dg orang lain apalagi di luar negeri itu kudu byk sabarnya. Salut dg perjuangan Nyi Pede
ReplyDeletekirain nama bali, ternyata blogger kendal yak. Bagus kayaknya ya bukunya inspiratif
ReplyDeleteBikin sedih, terenyuh dan seseggukan kalau gini. Tapi penasaran juga, mau beli ahhhh
ReplyDeleteLoh saya sering buka blognya blogger Kendal. Itu punya Nyi Penengah juga ya..
ReplyDeleteCerita inspiratif gitu memang harus banyak dibagikan agar orang gak mudah putus asa
Sungguh benar benar seorang wanita yang tangguh, ceritanya dijadikan sebuah buku, mungkin bagi para wanita layak membaca cerita ini dan membeli buku ini, untuk dijadikan utk menumbuhkan inspirasi, dan untuk menumbuhkan keyakinan dan kekuatan pada diri mereka agar tidak gampang manja dan menyerah pada keadaan
ReplyDeletekayanya ini buku jarang banget ada di toko buku deh ya soalnya suka nyari buku novel sejenisnya jarang yang seperti itu ada jadi pingin tambah cari lagi nih lihat cuplikan bukunya disini bagus
ReplyDeleteSering interaksi ma Nyi Penengah baru tau kalau Nyi Penengah Dewanti nulis buku seperti itu. Keren sepertinya bukunya Makasih resensinya Mbak Lendy :D
ReplyDeleteBaca sinopsisnya, tampaknya ini buku yang menguras emosi yaa? Saya sih selalu lemah kalau ada buku yang tentang ikatan anak dan orang tua,
ReplyDeletehuhuhuuhu.
tapi, baca ulasan ini, cukup banyak spoilernya, mbak :'(
Wah... lengkap banget ulasannya. Menarik juga nih buat di cari bukunya. Siapin cemilan yang banyak nih saat membaca bukunya biar fokus
ReplyDeleteya ampun mba lendyy kemana aja diriku... kalau tak baca tulisan ini saya bakalan ga tahu kalo mba Nyi Penangah ternyata oh ternyata... benerasn super duper ya kelompok arisan linknya.
ReplyDeleteAniwei kisah yang dituliskan di buku ini inspiratif dan menggugah. ditambah gaya menulis mba lendy yang apik. jadi pengen punya bukunya. colek mba Nyi Penengah ah...
Aku kenal dengan mbak Nyi,ketegarannya membuatku malu, dan aku salut, perjuangannya yg dilalui hingga sampai di titik inipun, bukan hasil main2.
ReplyDeleteSemangattt kita semuaaaa
Ini beneran diangkat dari kisah nyata kah? Keren yaa.. Pasti isinya penuh inspirasi semangat hidup. :)
ReplyDeleteMbak Nyi orang Kendal sama kayak aku. Perjuangan mbak Nyi luar biasa banget. Salam kenal ya mbak.
ReplyDelete